Post ini gua buat khusus untuk makhluk tercopo sejagad raya, yang udah berhasil bikin gue ikutan sarap dan copo kayak mereka. Supaya tau lebih jelasnya, mending langsung aja deh dibaca --à cekidot!
COPO. Terdiri dari empat huruf C.O.P.O. Buat yang gatau copo itu apa, hmm sebenernya ga penting juga sih, tapi kasian juga kalo pada penasaran, secara gue gamau yang baca blog gue ga segaul yang punya blognya. Jadi… dalam kamus besar bahasa indonesia, copo itu ga ada. Copo hanya ada di kamus hidup gue. Kamus hidup gue ga ada di gramed. Kalo mau nyari kamus hidup gue, harus hidup dulu kayak gue. Hidup kayak gue, berarti lo musti jadi copo. Copo dan kamus hidup gue saling berkaitan. Jadi intinya COPO ITU APAA?? *banting laptop* (plis guys, gue gamau laptop yang udah dibeliin orangtua lo dengan gajinya selama 3 bulan berturut-turut rusak hanya karena membaca blog ini. Plis bgt222 gue peduli sama orangtua lo, dan seharusnya lo juga!!).
Oke gue tijel-__-
Iyaap, berdasarkan definisi copo yang udah gue bilang diatas, copo itu sangat mempengaruhi kehidupan kita dimasa kini maupun dimasa mendatang. Mengapa demikian? Mengapa copo mempengaruhi masa depan kita? Ada apa dengan copo? saking penasarannya Melly Goeslaw pun membuat lagu “Ada Apa dengan Copo”. Oke, belajarlah membuat lagu jika anda ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seputar copo~ next!
Dalam dunia percopoan, orang copo selalu mendapat kemudahan baik hanya sekedar hoki belaka, maupun takdir yang sudah ditentukan. Kebanyakan dari mereka (para copois), yang memilih jalan hidup untuk menjadi copo, akan terus memegang erat prinsipnya sebagai makhluk copo. Perilaku konsisten sepeerti inilah yang membuat copo semakin berjaya. Bahkan sekarang, orang-orang malah makin terang-terangan mengaku dirinya sebagai copois. Perkembangan copo di pertengahan tahun ini meningkat 25% dari tahun sebelumnya. Keyakinan masyarakat terhadap kecopoan ternyata juga telah mendarah daging dan menenek cucu sehingga muncullah ideologi COPOISME.
Sebagai salah satu orang yang merasa mempunyai andil besar dalam menyebarluaskan kecopoan, bisa dibilang gue salah satu founding mothernya ideologi copoisme. Dalam suatu ideologi, pasti ada pengikutnya kan? Nah sebenernya yang dari awal pengen gue jelasin adalah follower2 setia gue itu. Merekalah yang membantu gue dalam menyebarkan copoisme ke seluruh pelosok anak gaul se-kelas (Inget yak se-ke-las). Yang lagi diomongin sekarang ini kelas gue waktu smp. Kalo di sma prinsip kecopoan kurang diminati. Kebanyakan dari mereka berprinsip gabutologi dan galauisme. Tapi copoisme juga ga kalah kecenya sama dua prinsip yang barusan disebutin. Sip, balik lagi ke kelas gue waktu smp. Makhluknya ada 40 ekor. Copois senior yang bertugas menjangkitkan copoisme ada 8 ekor. Berarti 32 ekor sisanya makhluk normal yang belom gaul. Yang dapat dijangkiti wabah copo sekitar 4 orang. Berarti keberhasilan para copois senior mencapai 100%. Hal ini merupakan salah satu kebanggaan tersendiri bagi kami terutama gue “the founding mother of copoisme”. Skip~
